Update TikTok: Otak Lagi Digoreng

Update TikTok: Otak Lagi Digoreng

guys maaf ya kalau update kali ini agak tidak jelas, soalnya kondisi otak saya sedang seperti telur yang baru dilempar ke minyak panas: langsung kaget, mengembang, terus bingung mau jadi apa 😭

jadi gini ceritanya.

hari ini saya bangun tidur dengan niat mau menjadi manusia produktif. sangat niat. bahkan sebelum buka mata saya sudah berkata dalam hati, “hari ini kita harus berubah.”

LIMA MENIT KEMUDIAN.

HP di tangan.

TikTok kebuka.

Satu video.

Dua video.

Tiga video.

Tiba-tiba sudah siang.

Saya duduk di kasur sambil mikir, “kok waktu cepat banget ya?”

Padahal yang cepat bukan waktu.

Saya yang scroll-nya barbar.

Terus saya mencoba bangkit. Minum air. Cuci muka. Lihat kaca. Dalam hati bilang, “ayo semangat, kamu bisa.”

Kaca tidak menjawab.

Ya memang.

Kaca bukan psikolog.

Akhirnya saya keluar, beli sesuatu, dan entah kenapa malah ketemu tukang telur gulung.

Nah.

Di situlah saya mendapatkan pencerahan.

Abangnya berdiri dengan santai, telur dikocok, minyak panas, tusuk sate siap, lalu SREEEETTTT—telur masuk minyak dan langsung digulung.

Saya melihat itu dengan penuh kekaguman.

Karena hidup saya tidak pernah sesederhana itu.

Telur masuk minyak → gulung.

Saya masuk masalah → overthinking.

Telur gagal → bikin lagi.

Saya gagal → rebahan tiga hari sambil memikirkan keputusan hidup sejak 2016.

Telur tidak ditanya masa depan.

Saya setiap ketemu saudara:

“Sekarang kerja di mana?”

“Sudah punya pasangan?”

“Kapan nikah?”

“Rumah kapan?”

“Mobil kapan?”

BANG.

SAYA INI MAU BELI TELUR GULUNG SAJA MASIH MIKIR UANG KEMBALINYA.

Jangan tanya rumah dulu.

Jadi sekarang saya memutuskan untuk menjalani hidup dengan prinsip tukang telur gulung.

Sederhana.

Fokus ke satu tusuk.

Jangan lihat tusukan orang lain.

Jangan iri melihat orang lain sausnya lebih banyak.

Jangan panik kalau telur kamu tidak menggulung sempurna.

Karena yang penting masih bisa dimakan.

EH.

Maksud saya, yang penting masih bisa diperbaiki.

Begitu juga dengan hidup.

Kadang kita terlalu sibuk melihat orang lain sudah jauh.

Ada yang sudah kerja bagus.

Ada yang sudah menikah.

Ada yang sudah punya bisnis.

Ada yang tiap weekend traveling.

Ada yang bangun tidur langsung punya motivasi.

Sedangkan kita?

Bangun tidur langsung cari charger.

Tidak apa-apa.

Mungkin perjalanan kita memang versi hemat.

Mungkin belum waktunya.

Mungkin rezeki masih diproses.

Mungkin semesta sedang berkata, “Sabar dulu, Bro. Minyaknya belum panas.”

Dan memang kadang kita harus menunggu.

Tapi jangan sampai menunggu terlalu lama sampai gosong.

NAH INI.

Makanya tetap jalan.

Sedikit tidak apa-apa.

Pelan tidak apa-apa.

Yang penting bergerak.

Hari ini satu langkah.

Besok satu langkah.

Lusa mungkin balik lagi satu langkah karena salah arah.

Tidak masalah.

Namanya juga manusia.

Bukan Google Maps.

Kadang rerouting.

Kadang “putar balik jika memungkinkan”.

Kadang bahkan masuk gang buntu.

Tapi akhirnya keluar juga.

Untuk TikTok saya sendiri, ya seperti biasa: masih random, masih campur aduk, masih belum tahu algoritma menginginkan apa, dan masih sering upload dengan kepercayaan diri yang lebih besar daripada kualitas konten.

Tapi saya senang.

Karena setidaknya saya mencoba.

Daripada cuma punya ide di kepala lalu tidak pernah dibuat.

Daripada terus bilang “nanti”.

Nanti bikin konten.

Nanti mulai olahraga.

Nanti belajar.

Nanti nabung.

Nanti berubah.

Tahu-tahu nanti sudah ganti tahun.

Jadi mulai saja.

Video jelek? Upload.

Caption aneh? Upload.

Suara kurang bagus? Upload.

Muka belum siap? Ya kamera bisa dibalik.

HAHAHAHA.

Pokoknya jangan terlalu serius menjalani hidup sampai lupa menikmati hal kecil.

Ketawa karena video receh.

Makan jajanan depan sekolah.

Duduk di pinggir jalan.

Ngobrol sama teman.

Dapat uang seribu pun tetap bilang alhamdulillah.

Karena kebahagiaan tidak selalu harus mahal.

Kadang cuma butuh telur gulung lima ribu dan saus pedas yang bikin hidup terasa lebih berarti.

Dan kalau hari ini kalian sedang merasa tertinggal, saya cuma mau bilang:

Tidak.

Kalian tidak tertinggal.

Kalian cuma sedang berada di antrean yang berbeda.

Ada yang sudah dapat telur gulung.

Ada yang masih nunggu.

Ada yang baru pesan.

Ada yang uangnya kurang.

Dan ada juga yang cuma ikut teman tapi tidak beli apa-apa.

Semuanya punya waktunya masing-masing.

Jadi santai.

Tarik napas.

Minum air.

Jangan lupa makan.

Kalau ada kesempatan, coba lagi.

Kalau gagal, coba dengan cara berbeda.

Kalau masih gagal, istirahat.

Kalau sudah istirahat, lanjut lagi.

Karena hidup tidak harus sempurna untuk tetap layak dijalani.

Dan kata gematos.id, TikTok tidak harus selalu viral untuk tetap menyenangkan.

Kadang video kita cuma ditonton 37 orang.

Tapi siapa tahu 37 orang itu sedang butuh ketawa.

Dan kalau cuma satu orang yang ketawa?

Sudah cukup.

Karena satu orang juga manusia.

Sama seperti kita.

Jadi sekian update hari ini.

Bahasanya tidak beraturan.

Pikirannya tidak beraturan.

Hidupnya juga agak berantakan.

Tapi masih jalan.

Masih mencoba.

Masih menggulung.

Seperti telur gulung.

Masuk minyak, kena panas, diputar-putar, tapi akhirnya jadi juga.

Semoga kita juga begitu.

Diputar-putar kehidupan, jangan sampai patah.

Kalau gosong sedikit, ya anggap saja smoky.

Kalau bentuknya miring, anggap handmade.

Kalau sausnya kebanyakan, bilang extra.

Yang penting:

JANGAN BERHENTI DI TENGAH GULUNGAN.

Karena siapa tahu justru setelah satu putaran lagi, hidup mulai kelihatan bentuknya.

Sekian.

Saya mau makan.

Otak sudah digoreng.

Terima kasih.

WKWKWKWK.

#TikTokUpdate #TelurGulung #RandomIndonesia #FYP #KontenReceh #HidupRandom #GulungTerus